Sembahyang merupakan kewajiban bagi setiap muslim, namun adakalanya kita sembahyang hanya sekadar menggerakkan anggota tubuh dan melafalkan bacaan tanpa mempedulikan kekhusyu’an.
Khusyu’ merupakan hal yang penting dalam sembahyang, karena sembahyang yang tidak khusyu’ itu nggak akan sampai pada Allah SWT melainkan akan di lemparkan kembali ke si pelakunya.

Sembahyang dengan khusyu’ itu memanglah tidak mudah dilakukan, namun teruslah berusaha walaupun sulit kita pasti bisa melakukannya selama kita mengetahui caranya dan sabar mengaplikasikannya.

Ketidakfokusan dalam sembahyang merupakan penyakit yang harus di obati, janganlah kita membiarkan penyakit itu bersemayam di dalam diri kita karena itu bisa merugikan kita, rugi bagaimana ? Rugi jika ibadah yang selama ini kita lakukan tidak di terima oleh Allah karena kita menjalankannya semaunya dan seadanya hanya sekedar menggerakkan anggota tubuh dan melafalkan bacaan tanpa menghadirkan hati. Hadirkanlah hati kita ketika sembahyang seolah-olah sedang berkomunikasi dengan Allah.

Penglihatan dan pendengaran adalah hal yang membuat pikiran kita tidak fokus, sesuatu yang pernah kita lihat dan dengar biasanya hadir secara tiba-tiba saat kita melakukan sembahyang. Cobalah lepaskan diri kita dari penyebab ketidakfokusan tersebut. Misalnya dengan cara menundukkan pandangan ke tempat sujud, fokuskanlah pandangan kita ke tempat dimana kira-kira kita akan sujud dan cobalah fokus memaknai di dalam hati setiap bacaan yang kita ucapkan.

Sembahyanglah di tempat yang gelap dan sepi. Karena lazimnya beribadah di tempat yang gelap dan sepi membuat kita lebih fokus ketimbang di tempat yang terang.

Selanjutnya cobalah sembahyang di dekat dinding karena itu bisa membatasi penglihatan mata agar tidak melihat ke berbagai penjuru.

Singkirkan sesuatu di hadapan kita yang bisa menggangu pikiran.

Bacalah bacaan yang termasuk rukun sholat yaitu fatihah, tahiyyat dan sholawat dengan jelas sehingga telingamu sendiri mendengar bacaan yang kamu ucapkan dan maknai setiap bacaan di dalam hati.

Resapi setiap makna bacaan yang di baca di setiap gerakan sholat.

Ucapkanlah takbir pada setiap gerakan sholat sehingga telingamu sendiri mendengarnya, karena itu bisa menghadirkan kembali hati dan pikiran yang berkelana.

Cobalah kamu ingat lagi bahwa Allah selalu melihat dan mendengar apa yang kamu kerjakan dimanapun, kapanpun dan dalam keadaan apapun.

Tenangkanlah pikiranmu, sebelum sembahyang bacalah taawuz, syahadat, hauqola, surat an-naas, dan “yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala dinil islam”, kemudian dilanjutkan membaca niat sholat.

Sholatlah secara berjamaah. Dengan sholat berjamaah akan menghindarkan kita dari kerugian tidak diterimanya sholat, dan pahala yang minim. Karena dalam sholat berjamaah kita akan saling melengkapi satu sama lain, misalnya ketidak khusyu’an dalam satu bagian sholat kita akan ditambal oleh kekhusyu’an orang lain dalam bagian sholat itu, sehingga pahala yang kita dapatkan sama dengan orang lain yaitu 27 derajat, lebih besar daripada sholat sendiri.

Wallohu a’lam...
Semoga bermanfaat.